Logo
Back to Insight

Solusi Tantangan Karat pada 3D Printing Metal: Langkah Baru America Makes

Teknologi cetak 3D atau 3D printing berbahan logam telah berkembang pesat. Kemampuannya mencetak suku cadang rumit dengan cepat membuatnya sangat diminati, terutama oleh industri pertahanan dan militer. Namun, ada satu kendala besar yang selama ini mengganjal: bagaimana kita tahu pasti bahwa logam hasil cetak 3D ini tidak mudah berkarat atau keropos saat digunakan di kondisi ekstrem?

Kabar baiknya, lembaga penelitian America Makes bersama dengan National Center for Defense Manufacturing and Machining (NCDMM) baru saja mengumumkan inisiatif besar senilai $1,3 juta (sekitar Rp20 miliar). Didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, proyek bernama CATACS ini bertujuan untuk menciptakan standar pengujian korosi (karat) khusus untuk komponen logam hasil 3D printing.

America Makes Facility Face
Sumber: 3D Printing Industry

Mengapa Pengujian Karat pada 3D Printing Metal Berbeda?

Bagi orang awam, logam mungkin terlihat sama saja. Namun di level mikroskopis, struktur logam yang dicetak lapis demi lapis menggunakan mesin 3D printer sedikit berbeda dengan logam yang dibuat dengan cara tradisional (seperti dicor atau ditempa).

Perbedaan struktur ini berarti cara logam tersebut berkarat atau bereaksi terhadap cuaca juga bisa berbeda. Selama ini, para insinyur kesulitan memberikan sertifikasi aman untuk komponen 3D printing militer karena belum ada “buku panduan baku” tentang cara menguji ketahanannya terhadap karat. Inilah mengapa proyek CATACS sangat penting bagi masa depan industri manufaktur.

Fokus Utama: Suhu Ekstrem dan Sistem Pendingin

Dalam penelitian ini, dana tersebut dibagi kepada dua tim ahli dengan fokus yang sangat spesifik:

  • Lingkungan Bersuhu Tinggi: Tim pertama yang dipimpin oleh RTX Technology Research Center akan meneliti bagaimana logam cetak 3D bertahan dari karat saat terpapar suhu yang sangat panas, seperti pada mesin jet atau knalpot kendaraan berat.
  • Sistem Manajemen Termal (Pendingin): Tim kedua, yang dipimpin oleh Colorado School of Mines bersama Angkatan Laut AS dan beberapa perusahaan teknologi, akan fokus pada komponen yang mengatur suhu. Komponen ini sering kali terpapar cairan atau kelembapan tinggi yang sangat rawan menyebabkan karat.

Dampak Positif bagi Dunia Manufaktur

Kebutuhan akan komponen tahan karat ini bukanlah teori semata. Saat ini, Angkatan Laut AS sudah mulai bekerja sama dengan perusahaan 3D printer seperti Velo3D dan Nikon SLM Solutions untuk mencetak suku cadang kapal menggunakan paduan tembaga-nikel. Material ini dipilih karena kemampuannya menahan korosi dari air laut.

Jika standar pengujian dari inisiatif ini berhasil dirumuskan, dampaknya akan sangat luas. Tidak hanya untuk kebutuhan militer, tetapi juga untuk industri otomotif, penerbangan, hingga peralatan medis. Proses pembuatan alat yang kuat, tahan karat, dan presisi akan menjadi lebih cepat, aman, dan tersertifikasi dengan jelas.

Wujudkan Proyek 3D Printing Anda Bersama Kami

Perkembangan teknologi manufaktur dunia berjalan sangat cepat, dan di Extrude Engineering, kami selalu mengikuti inovasi terbaru agar dapat memberikan solusi terbaik untuk Anda. Mulai dari pembuatan purwarupa (prototype) hingga produksi komponen fungsional yang Anda butuhkan, tim kami siap membantu menerjemahkan ide Anda menjadi bentuk nyata dengan teknologi 3D printing.

Apakah Anda memiliki proyek manufaktur, tugas akhir, atau kebutuhan desain komponen khusus? Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kami. Kami siap memberikan layanan yang profesional, ramah, dan pastinya disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Hubungi Kami

Extrude Engineering © 2026