Logo
Back to Insight

BMW Group Perluas Operasi Cetak 3D di Bawah Kepemimpinan Baru

BMW Group kembali menunjukkan keseriusannya dalam mengadopsi teknologi masa depan. Baru-baru ini, mereka menunjuk Timo Göbel sebagai kepala baru di Additive Manufacturing Campus (AMC). Langkah ini diambil untuk mempercepat integrasi teknologi cetak 3D (3D printing) ke dalam seluruh rantai produksi kendaraan mereka.

64879984
Sumber: 3D Printing.com

Timo Göbel bukanlah orang baru di dunia teknik. Ia membawa pengalaman luas dari bidang rekayasa material dan pengembangan aplikasi. Sebelumnya, ia sempat berkarir di Rolls-Royce, di mana ia menjadi salah satu pendukung utama penggunaan proses manufaktur aditif atau cetak 3D dalam industri otomotif mewah.

Produksi Massal yang Semakin Nyata

Mungkin banyak dari kita yang mengira cetak 3D hanya digunakan untuk membuat mainan atau prototipe sederhana. Namun, bagi BMW, teknologi ini adalah tulang punggung produksi modern. Saat ini, komponen hasil cetak 3D sudah digunakan di semua fase pengembangan kendaraan, mulai dari tahap awal hingga suku cadang resmi untuk konsumen.

Teknologi ini mendukung seluruh merek di bawah naungan BMW Group, termasuk MINI, BMW, Rolls-Royce, hingga BMW Motorrad. Fakta menariknya, sejak fasilitas AMC mulai beroperasi, mereka telah memproduksi lebih dari 1,6 juta komponen. Bahkan, setiap tahunnya, pabrik-pabrik BMW di seluruh dunia mampu menghasilkan tambahan 100.000 komponen melalui teknologi ini.

Inovasi Logam dan Masa Depan WAAM

Kami melihat BMW tidak hanya berhenti pada penggunaan material plastik atau polimer. Mereka kini mulai masuk ke segmen logam secara lebih agresif. BMW berencana mengintegrasikan teknologi Wire Arc Additive Manufacturing (WAAM).

Apa itu Teknologi WAAM?

Sederhananya, WAAM adalah teknik cetak 3D yang menggunakan kawat logam sebagai bahan baku yang dilelehkan menggunakan busur listrik (seperti proses pengelasan). Teknologi ini sangat efektif untuk membuat komponen logam yang besar dan kuat dengan lebih cepat. BMW sendiri sudah mulai menguji coba komponen ini pada kendaraan mereka sejak tahun 2025, dan produksi massal komponen pertama dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2027.

Sejarah Panjang Sejak Tahun 90-an

Perjalanan BMW di dunia cetak 3D sebenarnya sudah dimulai sangat lama, yakni sekitar tahun 1990-1991. Berikut adalah beberapa tonggak sejarah mereka:

  • 1990-1991: Pengembangan peralatan pertama dan produksi suku cadang prototipe.
  • 2012: Produksi massal pertama komponen polimer untuk Rolls-Royce Phantom.
  • 2017: Penggunaan komponen logam cetak 3D pertama pada BMW i8 Roadster.
  • 2020: Pembukaan fasilitas AMC di Oberschleißheim untuk mengonsolidasikan riset dan produksi.

Dengan kepemimpinan baru dan teknologi yang semakin canggih, BMW membuktikan bahwa manufaktur masa depan akan jauh lebih fleksibel, cepat, dan digital. Apakah Anda tertarik melihat bagaimana teknologi serupa dapat diterapkan pada kebutuhan industri Anda? Mari berdiskusi lebih lanjut mengenai potensi teknologi aditif bersama kami.

Hubungi Kami

Extrude Engineering © 2026