Logo
Back to Insight

Belajar dari Siemens Energy: Bagaimana 30.000 Komponen 3D Printing Mengubah Wajah Industri Energi

Dunia manufaktur saat ini sedang mengalami pergeseran besar, dan salah satu pemain utamanya adalah teknologi 3D Printing atau yang sering disebut sebagai Additive Manufacturing (AM). Jika Anda mengira teknologi ini hanya untuk mencetak miniatur plastik, maka pencapaian Siemens Energy akan mengubah sudut pandang Anda.

Bayangkan, mereka telah berhasil memproduksi lebih dari 30.000 komponen mesin menggunakan teknologi cetak logam dan menghabiskan sekitar 37 ton superalloy (logam super kuat). Prestasi ini bukanlah hasil semalam, melainkan perjalanan panjang selama hampir dua dekade.

CropVUCXVAUX Presenter SteinbergT
Sumber: TCT Magazine

Bukan Sekadar Tren, Tapi Standar Manufaktur Baru

Tad Steinberg, Manajer Penjualan AM untuk Amerika di Siemens Energy, menjelaskan bahwa transisi mereka menggunakan 3D Printing dilakukan secara bertahap. Awalnya, teknologi ini hanya dipandang sebagai sesuatu yang ‘menjanjikan’, namun kini telah menjadi cara utama mereka dalam memproduksi komponen turbin gas dan uap.

Apa yang memicu perubahan tersebut? Menurut pengalaman mereka, kuncinya ada pada pengendalian proses yang konsisten. Ketika kualitas cetakan sudah bisa diandalkan dan hasilnya selalu sama (repeatable), barulah kepercayaan diri untuk menggunakan 3D Printing dalam skala industri muncul.

Menjamin Keamanan di Industri yang Berisiko Tinggi

Dalam industri energi, kegagalan satu komponen kecil saja bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, Siemens Energy menerapkan standar yang sangat ketat. Setiap komponen hasil 3D Printing harus melewati serangkaian tes, mulai dari pemindaian sinar-X hingga pengujian performa langsung di dalam mesin turbin.

Kami di Extrude Engineering melihat bahwa langkah ini sangat krusial. Keamanan dan akurasi adalah harga mati dalam manufaktur alat berat maupun komponen energi. Dengan data yang kuat, keraguan terhadap ‘logam hasil cetak’ perlahan sirna dan digantikan oleh bukti performa yang nyata.

ONE5x Wide PrintingTPU Mixer 1 1
Sumber: TCT Magazine

Peluang Masa Depan: Skalabilitas dan Kecepatan

Saat ini, tantangan terbesar bukan lagi membuktikan apakah 3D Printing itu bekerja atau tidak, melainkan bagaimana cara memperluas kapasitas produksinya. Kebutuhan akan printer dengan volume cetak yang lebih besar semakin meningkat seiring dengan keinginan industri untuk menyatukan banyak komponen kecil menjadi satu bagian besar (part consolidation).

Selain mesin cetak itu sendiri, ekosistem pendukung seperti proses pembersihan sisa material dan penghalusan permukaan juga menjadi sangat penting agar hasil akhirnya siap digunakan langsung di lapangan.

AMTSFX
Sumber: TCT Magazine

Kisah Siemens Energy memberikan kita pelajaran berharga bahwa inovasi membutuhkan kesabaran dan basis data yang kuat. Teknologi 3D Printing membuka peluang tak terbatas bagi siapa saja yang ingin meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan rantai pasokan mereka.

Apakah perusahaan Anda juga sudah mulai melirik teknologi 3D Printing untuk kebutuhan suku cadang atau komponen mesin? Mari diskusikan bagaimana solusi manufaktur modern dapat membantu bisnis Anda menjadi lebih efisien.

Hubungi Kami

Extrude Engineering © 2026