Logo
Back to Insight

Barilla ARTISIA: Masa Depan Kuliner Lewat Pasta Cetak 3D di Milan Design Week

Pernahkah Anda membayangkan bahwa teknologi cetak 3D tidak hanya digunakan untuk membuat komponen mesin atau miniatur, tetapi juga makanan yang kita santap sehari-hari? Di ajang bergengsi Milan Design Week, Barilla melalui brand inovatifnya, ARTISIA, membuktikan bahwa masa depan kuliner telah tiba.

01. EDIBLE REVERIES Studio Yellowdot X ARTISIA Horizontal LOW
Sumber: VoxelMatters

Kolaborasi Seni dan Teknologi: Edible Reveries

Eksibisi bertajuk “Edible Reveries” ini merupakan hasil kolaborasi antara ARTISIA dengan Studio Yellowdot dan LAMÁQUINA. Kami melihat ini sebagai langkah berani untuk memadukan tradisi pembuatan pasta Italia yang sangat ikonik dengan kemajuan teknologi manufaktur aditif (3D printing).

Instalasi ini tidak hanya memamerkan pasta sebagai bahan makanan, tetapi sebagai objek desain. Seluruh proses produksinya menggunakan pemodelan algoritma yang dipadukan dengan keahlian tangan manusia untuk menghasilkan geometri baru yang sulit atau bahkan mustahil dibuat dengan metode cetakan tradisional.

Edible Reveries Studio Yellowdot X Artisia Photo By Studio Yellowdot 02
Sumber: VoxelMatters

Furnitur Unik yang Terinspirasi dari Pasta

Salah satu sorotan utama dalam pameran ini adalah koleksi furnitur bernama Tattile. Koleksi ini terdiri dari kursi goyang, daybed, dan chaise lounge yang dicetak 3D menggunakan filamen komposit kayu. Uniknya, bentuk furnitur ini terinspirasi langsung dari lekuk-lekuk pasta yang diperbesar.

Konsep “From Byte to Bite”

Kami sangat terkesan dengan konsep yang diusung, yaitu transformasi dari kode digital (byte) menjadi sesuatu yang bisa dinikmati (bite). Pengunjung dapat melihat langsung proyeksi video yang menunjukkan bagaimana desain digital berubah menjadi objek fisik melalui proses ekstrusi robotik yang dikerjakan oleh LAMÁQUINA.

Tattile Pasta Design By Studio Yellowdot X ARTISIA Group
Sumber: VoxelMatters

Menyantap Karya Seni: Spaghetto 3D

Tidak hanya melihat, para pengunjung juga bisa merasakan langsung inovasi ini melalui tasting workshop. Salah satu sajian andalannya adalah Spaghetto 3D, sebuah helaian pasta sepanjang 6,2 meter yang dijalin menjadi struktur kompleks nan indah. Sajian ini membuktikan bahwa teknologi 3D printing dapat meningkatkan pengalaman sensorik dalam menikmati makanan, mulai dari tekstur hingga estetika penyajiannya.

Inovasi Barilla melalui ARTISIA ini memberikan gambaran jelas bagi kami bahwa teknologi cetak 3D memiliki potensi tanpa batas, bahkan di industri yang sangat menjunjung tinggi tradisi seperti kuliner. Kami percaya bahwa teknologi ini akan terus berkembang dan membuka peluang bagi para kreator untuk bereksperimen lebih jauh.

Apakah menurut Anda teknologi 3D printing makanan ini akan menjadi tren umum di masa depan? Kami ingin mendengar pendapat Anda! Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana teknologi manufaktur aditif dapat membantu proyek desain atau industri Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami.

Hubungi Kami

Extrude Engineering © 2026