Logo
Back to Insight

Terobosan Baru: Peneliti Eropa Gunakan Cetak 3D Logam ‘Mirip Kaca’ untuk Motor Listrik yang Lebih Efisien

Dunia teknologi manufaktur kembali dikejutkan dengan inovasi terbaru dari benua biru. Para peneliti di Universitas Saarland, Jerman, saat ini tengah mengembangkan paduan logam baru yang memiliki struktur unik menyerupai kaca (amorf). Menariknya, komponen ini diproduksi menggunakan teknologi cetak 3D untuk menciptakan motor listrik yang jauh lebih hemat energi.

Proyek penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ralf Busch ini mendapatkan dukungan dana sebesar €3,5 juta dari Uni Eropa. Fokus utama mereka adalah mengatasi masalah klasik pada motor listrik, yaitu pemborosan energi yang terbuang menjadi panas.

86499848
Sumber: 3D Printing.com

Masalah Utama: Energi yang Terbuang Menjadi Panas

Bagi orang awam, mungkin jarang disadari bahwa motor listrik pada drone atau sepeda listrik sering kali terasa panas saat digunakan. Panas ini muncul akibat fenomena yang disebut “iron loss” atau kehilangan energi pada inti besi. Hal ini terjadi karena medan magnet di dalam motor terus-menerus berubah arah secara cepat.

Pada logam konvensional yang memiliki struktur kristal, elemen magnetik kecil di dalamnya harus berjuang keras untuk berbalik arah mengikuti medan magnet. Proses ini menciptakan gesekan internal yang akhirnya membuang energi menjadi panas. Kami melihat masalah ini sebagai penghambat utama dalam menciptakan alat transportasi listrik yang lebih tahan lama.

Solusi Cerdas dengan Logam Amorf (Metallic Glass)

Tim peneliti menemukan bahwa kerugian energi ini dapat dikurangi secara drastis jika logam tersebut tidak memiliki struktur kristal, atau yang disebut sebagai struktur amorf (seperti kaca). Logam amorf ini mengandung sekitar 70-80% zat besi.

Mengapa Logam Mirip Kaca Lebih Baik?

  • Reorientasi Bebas: Tanpa adanya hambatan dari struktur kristal, wilayah magnetik di dalam logam dapat bergerak dan berbalik arah dengan lebih bebas.
  • Gesekan Rendah: Karena gerakan yang lebih lancar, gesekan internal berkurang, sehingga panas yang dihasilkan pun jauh lebih sedikit.
  • Efisiensi Tinggi: Energi yang seharusnya terbuang menjadi panas kini dapat digunakan sepenuhnya untuk menggerakkan motor.

Manufaktur Canggih dengan Teknologi Cetak 3D

Membuat komponen dari logam amorf bukanlah perkara mudah. Namun, tim peneliti berhasil mengidentifikasi paduan yang tahan terhadap kristalisasi dan cocok dengan proses cetak 3D. Mereka menggunakan teknik Laser Powder Bed Fusion, di mana laser akan melelehkan bubuk logam lapis demi lapis dengan ketebalan hanya 50 mikrometer.

Proyek yang dinamakan AM2SoftMag ini bekerja sama dengan berbagai mitra industri di Eropa untuk memastikan teknologi ini dapat diterapkan pada skala industri. Tujuannya jelas: menciptakan motor listrik masa depan yang lebih ringan, lebih kuat, dan tentunya jauh lebih efisien untuk penggunaan sehari-hari seperti pada drone maupun kendaraan listrik.

Kami di Extrude Engineering sangat antusias melihat bagaimana perkembangan material dan teknologi cetak 3D dapat memberikan solusi nyata bagi efisiensi energi di masa depan. Menurut Anda, apakah teknologi ini akan segera menjadi standar baru dalam industri otomotif dan robotika? Mari berbagi pendapat Anda di kolom komentar.

Jika Anda memiliki kebutuhan atau ingin berkonsultasi mengenai solusi manufaktur canggih untuk proyek Anda, jangan ragu untuk menghubungi tim Kami.

Hubungi Kami

Extrude Engineering © 2026