Logo
Back to Insight

Inovasi Pesawat Terbang: Airbus Gandeng Norsk Titanium untuk Komponen Cetak 3D yang Lebih Kuat

Dunia penerbangan terus berkembang untuk mencari cara agar pembuatan pesawat menjadi lebih efisien, ringan, dan kuat. Kabar terbaru datang dari raksasa dirgantara Eropa, Airbus, yang resmi memperkuat kerja samanya dengan Norsk Titanium. Kemitraan ini bertujuan untuk memproduksi komponen titanium penting menggunakan teknologi cetak 3D logam yang sangat canggih.

Mengenal Teknologi Rapid Plasma Deposition (RPD)

Mungkin bagi sebagian orang awam, istilah Rapid Plasma Deposition (RPD) terdengar sangat teknis. Secara sederhana, teknologi ini adalah salah satu metode cetak 3D logam (Additive Manufacturing). Bayangkan sebuah alat yang mirip dengan ‘pistol lem tembak’, namun alih-alih menggunakan lem plastik, mesin ini menggunakan kawat titanium yang dilelehkan menggunakan busur plasma dalam lingkungan gas khusus (argon).

Hasilnya? Komponen logam yang terbentuk sangat presisi dan mendekati bentuk akhirnya, sehingga hanya membutuhkan sedikit proses penghalusan (mesin) dibandingkan dengan metode tradisional.

NorskTitanium MERKE IV Burst 4783
Sumber: VoxelMatters

Mengapa Teknologi Ini Sangat Penting bagi Airbus?

Dalam industri manufaktur pesawat, ada istilah yang disebut “buy-to-fly ratio”. Ini adalah perbandingan antara jumlah bahan mentah yang dibeli dengan jumlah bahan yang akhirnya benar-benar terpasang di pesawat setelah proses pemotongan dan pembubutan.

Teknologi RPD dari Norsk Titanium ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan bahan hingga 50-75%. Artinya, limbah logam yang terbuang menjadi jauh lebih sedikit. Hebatnya lagi, kekuatan material yang dihasilkan setara dengan titanium yang ditempa secara konvensional, namun dengan waktu produksi yang jauh lebih singkat.

Airbus A350 1
Sumber: VoxelMatters

Komponen yang Sudah Teruji di Angkasa

Kerja sama ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Faktanya, komponen hasil cetak 3D bernama Lower Frame Fitting sudah mulai diproduksi secara massal dan telah diterbangkan pada pesawat Airbus A350 tahun ini. Komponen ini mencatatkan sejarah sebagai salah satu bagian struktur pesawat terbesar dan dengan klasifikasi tertinggi yang pernah disertifikasi oleh otoritas penerbangan internasional (EASA dan FAA).

Membangun Masa Depan Industri Dirgantara

Melalui kesepakatan baru ini, Airbus dan Norsk Titanium akan fokus pada standardisasi proses industri. Tujuannya agar teknologi RPD bisa digunakan secara luas untuk berbagai bagian struktur pesawat lainnya di masa depan. Langkah ini tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga meningkatkan ketangkasan rantai pasok industri penerbangan global.

Kami di Extrude Engineering melihat bahwa adopsi teknologi cetak 3D di industri berat seperti penerbangan adalah bukti nyata bahwa manufaktur masa depan akan jauh lebih efisien dan ramah lingkungan. Bagaimana pendapat Anda mengenai penggunaan komponen cetak 3D pada pesawat komersial? Mari diskusikan di kolom komentar!

Jika Anda tertarik mempelajari lebih lanjut tentang teknologi manufaktur terkini atau ingin berkonsultasi mengenai solusi engineering, jangan ragu untuk menghubungi kami.

Hubungi Kami

Extrude Engineering © 2026