Stratasys Resmikan Kantor Pusat Baru di Amerika, Perkuat Komitmen di Industri 3D Printing
Stratasys, salah satu nama besar di dunia additive manufacturing (atau yang lebih dikenal sebagai teknologi 3D printing), baru saja meresmikan fasilitas baru yang cukup megah di Minnetonka, Minnesota, Amerika Serikat. Fasilitas ini diberi nama Americas Regional Corporate Headquarters, disingkat ARCH.

Apa Itu ARCH dan Seberapa Besar Fasilitasnya?
ARCH merupakan fasilitas seluas 200.000 kaki persegi (sekitar 18.500 meter persegi) yang akan menjadi pusat operasional Stratasys untuk wilayah Amerika. Untuk gambaran, luasnya kira-kira setara dengan tiga lapangan sepak bola.
Di dalam fasilitas ini, Stratasys menggabungkan berbagai divisi penting dalam satu atap, mulai dari:
- Engineering (tim teknik)
- Riset dan pengembangan lanjutan
- Keahlian aplikasi
- Kolaborasi dengan pelanggan
Selain itu, fasilitas Stratasys Direct — layanan cetak 3D langsung mereka — juga beroperasi di lokasi yang sama.
Siapa Saja yang Hadir di Peresmian?
Acara gunting pita dihadiri oleh para tokoh penting, termasuk Scott dan Lisa Crump selaku pendiri Stratasys, Rich Garrity sebagai Chief Business Unit Officer, serta sejumlah perwakilan pemerintah Amerika Serikat.
Anggota Kongres AS dan House Majority Whip, Tom Emmer, menyatakan dukungannya:
“Stratasys membantu Minnesota memimpin dalam inovasi sebagai pemimpin global di bidang additive manufacturing. Dengan dibukanya fasilitas baru ini, hadir pula lapangan kerja bergaji baik dan pertumbuhan ekonomi.”
Perwakilan AS Betty McCollum juga menambahkan bahwa inovasi Stratasys turut mendukung keamanan nasional dan ekonomi Amerika, terutama dalam mendukung kerja militer yang lebih aman dan efisien.
Mengapa Stratasys Membangun Fasilitas Ini?
Langkah pembangunan ARCH ini bukan tanpa alasan. Stratasys baru saja menyelesaikan audit independen terhadap sistem manajemen Lingkungan, Kesehatan, dan Keselamatan (EHS) di kampus Minnetonka mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas mereka sudah sesuai dengan standar internasional ISO 14001 (manajemen lingkungan) dan ISO 45001 (keselamatan kerja), dan direkomendasikan untuk perpanjangan kedua sertifikasi tersebut.
Dengan kata lain, Stratasys ingin memastikan bahwa operasional mereka tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan lingkungan kelas dunia.
Kata CEO Stratasys
Dr. Yoav Zeif, CEO Stratasys, menjelaskan visinya:
“Fasilitas canggih ini di Minnesota menyatukan talenta, teknologi, dan kapabilitas yang kami butuhkan untuk berinovasi, berkolaborasi, dan membantu pelanggan kami mempercepat produksi additive manufacturing dalam skala besar.”
Kolaborasi Tim Jadi Lebih Efektif
Rich Garrity menambahkan bahwa menggabungkan semua tim di bawah satu atap memberikan dampak nyata terhadap cara mereka beroperasi:
“ARCH memberikan kami skala dan ruang kerja untuk mempercepat kolaborasi lintas tim — engineering, manufaktur, dan tim yang berhadapan langsung dengan pelanggan — sehingga kami bisa menghadirkan solusi berkualitas tinggi lebih cepat.”
Apa Artinya untuk Industri 3D Printing?
Pembukaan ARCH menunjukkan bahwa industri additive manufacturing terus berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan besar seperti Stratasys tidak hanya berinvestasi pada teknologi, tetapi juga pada infrastruktur fisik yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Bagi kami di Extrude Engineering, ini menjadi sinyal positif bahwa teknologi manufaktur modern — termasuk 3D printing — semakin matang dan siap diadopsi oleh berbagai industri, mulai dari otomotif, dirgantara, hingga kesehatan.
Tertarik Mengeksplorasi Teknologi Manufaktur Modern?
Perkembangan seperti ini membuktikan bahwa dunia manufaktur terus bergerak maju. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana teknologi manufaktur bisa diterapkan untuk kebutuhan bisnis Anda, kami siap berdiskusi dan memberikan konsultasi.
Bagaimana menurut Anda? Apakah langkah Stratasys ini akan memengaruhi industri manufaktur di Asia Tenggara, termasuk Indonesia? Yuk, diskusi bersama kami!