Teknologi 3D Printing ROBOZE Bantu NESST Kembangkan Struktur Satelit CubeSat
Kemajuan teknologi manufaktur aditif atau yang biasa dikenal sebagai 3D printing kini semakin nyata dirasakan di industri luar angkasa. Baru-baru ini, startup manufaktur dirgantara asal Italia, NESST Srl, berhasil mendesain, memproduksi, dan memvalidasi struktur satelit mini yang disebut CubeSat 3U. Proyek luar biasa ini didanai oleh Badan Antariksa Italia (ISA) serta Badan Antariksa Eropa (ESA).

Inovasi Satelit CubeSat dengan Material Carbon PEEK
Dalam proyek ini, NESST Srl menggunakan printer 3D canggih dari ROBOZE, yaitu platform ARGO 500, dengan memanfaatkan material khusus bernama Carbon PEEK. PEEK (Polyether Ether Ketone) yang diperkuat serat karbon merupakan salah satu polimer berperforma paling tinggi di dunia industri saat ini.
Melalui serangkaian pengujian mekanis dan karakterisasi material yang sangat ketat, hasil cetak 3D dengan metode Fused Filament Fabrication (FFF) ini terbukti memiliki performa kekuatan yang setara dengan paduan aluminium konvensional yang biasa digunakan pada satelit. Selain itu, material ini juga lolos uji persyaratan pelepasan gas (outgassing) yang sangat ketat sesuai standar antariksa ECSS-Q-ST-70-02C.
Kelebihan Menggunakan Teknologi Cetak 3D Dibanding Metode Konvensional
Mengapa beralih dari logam konvensional ke cetak 3D? Menurut ROBOZE, transisi ini membuka peluang kustomisasi geometris yang sangat ekstrem. Metode manufaktur tradisional (seperti CNC milling) memiliki banyak keterbatasan dalam membentuk sudut-sudut rumit di bagian dalam struktur satelit.
Integrasi Komponen Langsung dalam Struktur
Dengan kebebasan desain yang ditawarkan oleh teknologi cetak 3D, komponen-komponen satelit kini bisa dibuat jauh lebih ringkas. Francesco Lucia selaku Manajer Teknis di NESST Srl menjelaskan bahwa pada fase proyek berikutnya, mereka akan mulai mengintegrasikan langsung elemen-elemen penting seperti jalur kabel (harnesses), sirkuit elektronik, hingga sistem mikrofluidik langsung ke dalam struktur dinding CubeSat.
Mengurangi Biaya dan Waktu Produksi
Selain memberikan kebebasan desain, penggunaan printer 3D berskala industri seperti ROBOZE ARGO 500 terbukti mampu memangkas waktu produksi secara signifikan serta menekan biaya pembuatan prototipe. Sebagai contoh kesuksesan teknologi ini di sektor dirgantara, perusahaan besar seperti Airbus baru-baru ini juga telah meloloskan kualifikasi platform ROBOZE ARGO 500 untuk memproduksi bagian struktural sekunder pesawat mereka menggunakan material ULTEM 9085.
Penerapan Teknologi Manufaktur Presisi Bersama Kami
Di Extrude Engineering, Kami percaya bahwa adopsi teknologi cetak 3D berperforma tinggi seperti ini bukan lagi sekadar masa depan, melainkan solusi efisien yang bisa diterapkan hari ini untuk berbagai sektor industri presisi.
Apakah Anda tertarik untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi manufaktur canggih ini dapat mengoptimalkan produk atau komponen industri Anda? Mari diskusikan kebutuhan proyek Anda bersama Kami secara langsung.