Mencegah Gagal Cetak 3D Metal: Kolaborasi Rowan University dan Phase3D Hadirkan Pemantauan Real-Time
Teknologi cetak 3D metal saat ini semakin banyak digunakan di berbagai industri, mulai dari otomotif hingga medis. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam proses ini adalah risiko kegagalan cetak yang tidak terdeteksi sejak awal. Jika terjadi kesalahan di tengah jalan, tidak hanya bahan material yang terbuang sia-sia, tetapi mesin printer yang berharga mahal juga berisiko mengalami kerusakan fatal.
Untuk mengatasi masalah ini, Digital Engineering Hub (DEHub) Rowan University bekerja sama dengan Phase3D, sebuah penyedia teknologi penjaminan mutu cetak. Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan pemahaman proses yang lebih baik, mendeteksi keanehan (anomali) saat pencetakan, dan mendukung pendidikan praktis berbasis data bagi para mahasiswa serta peneliti.

Teknologi Fringe Inspection: ‘Mata’ Real-Time untuk Printer 3D Metal
Dalam kemitraan ini, peneliti Rowan University menggunakan sistem printer 3D metal DMG MORI LASERTEC 30 SLM US yang dipasangkan dengan teknologi inovatif dari Phase3D bernama Fringe Inspection.
Secara sederhana, Fringe Inspection bekerja seperti alat pemindai (scanner) yang terus mengukur ketinggian setiap lapisan logam yang dicairkan oleh laser. Alat ini menghasilkan peta ketinggian (heightmap) yang sangat akurat secara langsung (real-time). Data ini membantu operator untuk mengetahui secara pasti apakah proses pencetakan berjalan sesuai rencana atau justru mengalami masalah.
Studi Kasus: Menyelamatkan Mesin dari Eror Cetak Pertama
Manfaat nyata teknologi ini langsung terasa pada hari pertama pengujian mesin baru di DEHub. Saat itu, terjadi kesalahan persiapan cetak (build preparation error) yang membuat printer hanya mencetak bagian pinggir luar (kontur) objek pada 60 lapisan pertama, tanpa mengisi bagian dalam (infill) atau struktur penyangga.
Bagi orang awam, kesalahan seperti ini sangat berbahaya. Ketika mesin mencoba mencetak bagian dalam tanpa ada fondasi di bawahnya, logam panas bisa melengkung, membengkak, atau menonjol ke atas permukaan bubuk logam. Tonjolan ini dapat menabrak alat perata bubuk (recoater) yang sedang bergerak aktif, menyebabkan kerusakan mekanis yang sangat mahal pada printer.
Berkat Fringe Inspection, tim peneliti tidak perlu langsung membatalkan proses cetak secara refleks. Mereka menetapkan kondisi aman berdasarkan data visual: jika peta ketinggian mendeteksi adanya pembengkakan atau tonjolan yang tidak wajar pada lapisan berikutnya, cetakan akan langsung dihentikan. Namun, data menunjukkan bahwa transisi lapisan berjalan lancar dan aman, sehingga proses cetak terus dilanjutkan hingga selesai dengan sukses.
Mengapa Pemantauan Ini Penting bagi Industri Masa Depan?
Niall O’Dowd, Ph.D., pendiri sekaligus CEO Phase3D, menjelaskan bahwa teknologi inspeksi harus membuktikan nilainya sejak hari pertama. Dibandingkan berspekulasi atau langsung membatalkan proses cetak karena panik, pemantauan real-time memberikan data objektif untuk mengambil keputusan terbaik.
Teknologi pemantauan seperti Fringe Inspection ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya penelitian, tetapi juga meningkatkan kepercayaan industri terhadap konsistensi kualitas cetak 3D logam.
Teknologi pemantauan real-time seperti ini membuktikan bahwa masa depan manufaktur aditif akan jauh lebih aman dan efisien. Apakah Anda tertarik menerapkan teknologi cetak 3D atau ingin berdiskusi lebih lanjut mengenai solusi rekayasa modern untuk proyek Anda? Kami di Extrude Engineering siap membantu memberikan solusi terbaik.